27 April 2009

Contoh Bisnis Plan

PROPOSAL
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

JUDUL USAHA
KRIPIK JAMUR TIRAM (PLEUROTUS Sp) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN RINGAN YANG MENYEHATKAN




Diusulkan Oleh :
Ketua Kelompok : Eni Kurniasih (F. 08602011)
Anggota Kelompok : 1. Ardi Krisnanto (F. 08601008)
2. Triyono (F.06600008)



FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
SURAKARTA
2009


HALAMAN PENGESAHAN USUL
PMW

1. Judul Kegiatan : Kripik Jamur Tiram ( Pleurotus Sp) sebagai Alternatif Makanan Ringan yang Menyehatkan.
2. Bidang Kegiatan : PMW
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Eni Kurniasih
b. NIM : F. 08602011
c. Jurusan : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
d. Universitas : Universitas Slamet Riyadi Surakarta
e. Alamat Rumah : Sidowayah Polanharjo Klaten
Nomor Telp/ HP : 081329134953

4. Anggota Penulis : 2 (dua) orang
5. Dosen Pendamping :
a. Nama Lengkap : Drs. Suprayitno, M.Si
b. NIP : 01960210
c. Jabatan / Golongan : Lektor / III D
d. Universitas : Universitas Slamet Riyadi
e. Fakultas : Fakultas Ekonomi
f. Alamat Kantor : Jl. Sumpah pemuda No.18 Joglo Kadipiro Surakarta (0271)856879/(0271)854670

Surakarta, 25 Maret 2009
Menyetujui
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian

(Y. Wuri Wulandari, STP., MP.)
NIPY. 0106. 0227
Penulis Utama

(Eni Kurniasih)
NIM. F. 08602011

Pembantu Rektor Bid.Kemahasiswaan

(Drs. Yusuf, SH., MPd.)
NIP. 131 683 036
Dosen Pendamping

(Drs. Suprayitno, M.Si.)
NIP. 0196 0210



1) Judul Program
Kripik jamur tiram (Pleurotus Sp) sebagai alternatif makanan ringan yang menyehatkan.

2) Latar Belakang Masalah
Keberadaan jamur tiram ( Pleurotus Sp) pada awalnya banyak ditemukan tumbuh liar di hutan, kebun, bahakan tumbuh di kayu yang sudah lapuk. Sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat, maka beberapa jamur dibudidayakan di Indonesia. Sebagai bahan makanan, jamur memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan makanan lainnya. Kelebihan jamur terletak pada kandungan gizinya yang tinggi dan cita rasanya yang lezat.
Ketersediaan bahan baku dan kandungan gizi didalamnya membuat prospek pengolahan jamur mendapat respon yang baik dari masyarakat. Agroindustri keripik jamur tiram di masyarakat cukup cerah dan pangsa pasar penerima hasil produksi juga terbuka lebar. Hal ini didukung juga pola konsumsi masyarakat yang mulai memperhatikan kandungan gizi makanan dan back to nature gaya hidup vegetarian maka dilakukan kegiatan diversifikasi pengolahan jamur tersebut sebagai alternatif makanan yang menyehatkan.
Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan. Kripik jamur tiram merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang menyehatkan (healthy foods). Pola hidup sehat dan jumlah penduduk yang cukup padat di kotamadya Surakarta  538.000 jiwa merupakan calon konsumen yang ikut mendukung berkembangnya agroindustri makanan dan khususnya keripik jamur. Selain itu kripik jamur tiram memiliki umur simpan yang relatif lama sampai berbulan-bulan, sehingga mempunyai prospek ekonomi yang bagus.
Untuk memproduksi hasil olahan jamur akan lebih hemat jika mempunyai budidaya jamur sendiri. Budidaya jamur tiram ini sangat mudah karena iklim di Indonesia juga mendukung pertumbuhan jamur, yaitu suhu yang cukup hangat, dan didukung juga cara mendapatkan bibit dan media tanamnya juga sangat mudah dengan harga murah. Biasanya produksi jamur tersebut hanya dijual dalam bentuk segar. Padahal jamur mudah menjadi layu atau membusuk dalam beberapa hari saja sehingga perlu diolah agar tahan lama, maka kripik jamur tiram ini sebagai alternatif diversifikasi pengolahan jamur tersebut.
Jamur tiram sebagai bahan nabati mempunyai kandungan gizi yang baik untuk kesehatan (tabel 1).
Tabel 1. Komposisi Gizi Jamur Tiram Putih Dalam 100 gram bahan segar
No. Komposisi Gizi Jumlah
1 Kalori (kal) 8,00
2 Protein (g) 2,00
3 Lemak (g) 0,3
4 Karbohidrat (g) 5,00
5 Kalsium (mg) 0,10
6 Fosfor (mg) 110,00
7 Besi (mg) 0,40
8 Sodium (mg) < 0,10
9 Serat (g) 2,40
10 Zinc (mg) 0,70
11 Vitamin D (mg) <0,10
12 Vitamin C (mg) 1,60
13 Vitamin B-1 (mg) 0,07
14 Vitamin B-12 (mg) <0,10
15 Iodine (mg) 3,00
Sumber : http://www.fineli.fi,2004
Dari hasil penelitian dokter secara klinis mengemukakan bahwa kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mencegah tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi.


3) Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka peluang usaha yang akan dicapai adalah:
1. Menjadi penyuplai kripik jamur tiram di toko-toko pusat oleh-oleh yang di Surakarta.
2. Menjadikan jamur tiram sebagai alternatif makanan ringan yang menyehatkan dan berkhasiat obat bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya.
3. Diversifikasi produk sayuran yang mempunyai nilai lebih dibanding hanya dijual dalam bentuk segar.
4. Terciptanya pasar baru untuk makanan ringan.

4) Tujuan Program
Adapun tujuan dari program kegiatan ini adalah:
1. Meningkatkan nilai ekonomi dan manfaat jamur tiram
2. Menambah keragaman produk pangan olahan vegetarian yang dapat disimpan lama.
3. Memasyarakatkan makanan vegetarian dalam bentuk kripik dari jamur.

5) Luaran yang Diharapkan
Adapun luaran yang diharapkan dari program ini adalah :
1. Dihasilkannya produk olahan jamur tiram dari petani budidaya jamur untuk menyuplai toko-toko pusat oleh-oleh yang di Surakarta dan sekitarnya
2. Terbentukknya unit bisnis : petani budidaya jamur, proses produksi jamur dan penjual makanan ringan.
3. Pengembangan model awal dalam membangun interaksi unit bisnis dan pemuda desa dalam rangka membantu penanganan pengangguran pedesaan ( initialization of rural industrialization )


6) Kegunaan Program
Dengan adanya program ini maka diharapkan dapat berguna untuk :
1. Pengusul dapat lebih cepat mengembangkan bisnis yang selama ini dijalankan (pembudidayaan dan penjualan kripik jamur tiram )
2. Masyarakat dapat menikmati kripik jamur tiram yang selama ini belum memasyarakat di pasaran. Kandungan gizi yang tinggi dan berkhasiat menyembuhkan penyakit, kripik jamur tiram dapat turut membantu menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Sebagian dari pemuda di Desa Sidowayah Polanharjo Klaten (Atau sewa dimana) akan mendapatkan pekerjaan sampingan , karena akan terlibat sebagai pertner dalam proses produksi dan penjualan hasil olahan jamur.
4. Adanya rintisan awal model kerja sama antara Mahasiswa – Pemuda Desa dan Petani budidaya jamur sehingga mempercepat tercapainya tujuan usaha.

7) Rencana Usaha
1. Proses Produksi
Aliran proses produksi kripik vegetarian dari jamur pada unit industri ini dimulai dari bahan baku jamur tiram putih yang diperoleh dari petani jamur yang merupakan mitra kerja Tim Pelaksana. Sedangkan bahan pengisi dan bahan pembantu lain banyak tersedia di pasar-pasar tradisional di Surakarta. Pengendalian kualitas bahan baku dilakukan dengan melakukan sortasi terhadap jamur tiram putih dan bahan pengisi serta bahan pembantu lainnya sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Jamur tiram harus dalam keadaan segar (tidak layu) dan warnanya putih serta tidak terdapat kotoran-kotoran yang menempel. Setelah jamur disortasi dan ditimbang sesuai resep dan dicuci. Selanjutnya jamur dikukus selama 5 menit diperas sampai airnya habis. Setelah ditiriskan di campur dengan bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih, telur ayam, garam dan penyedap rasa) ditunggu kurang lebih 10 menit agar meresap. Disamping menunggu proses peresapan bumbu, menyiapkan campuran tepung terigu, tepung beras dan tepung maizena. Kemudian melumuri jamur dengan campuran tepung sampai rata. Kemudian digoreng dengan minyak goreng setengah matang, dengan tujuan jamur yang dihasilakn akan lebih renyah dalam waktu penyimpanan yang relative lama, setelah agak dingin dilakukan penggorengan yang kedua sampai warna kuning agak kecoklatan Untuk mengeluarkan sisa-sisa minyak, abon hasil penggorengan dipres manual selama 10 menit. Kripik jamur tiram diangin-anginkan sampai mencapai suhu kamar lalu siap untuk dikemas dan diperdagangkan.

2. Proses Pemasaran
Dalam gambaran umum rencana usaha ini akan dilakukan analisa target pasar produk, asumsi-asumsi yang digunakan, strategi pemasaran yang diterapkan untuk melakukan penetrasi pasar, dan studi kelayakan usaha.

a. Segmentasi
Dalam melakukan pemasaran produk, perlu diketahui dengan jelas siapa segmen pasar yang akan dibidik, sehingga dapat dilakukan pemilihan strategi-strategi pemasaran yang tepat. Produk kripik jamur tiram segmen pasar yang dibidik yaitu masyarakat yang pola hidup mereka lebih mengarah kepada pola hidup sehat yang memperhatikan kandungan gizi makanan dan back to nature gaya hidup vegetarian, karakteristik perilaku back to nature umumnya masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Karakteristik perilaku tersebut memudahkan kita untuk menjadikan target masyarakat tingkat ekonomi menengah keatas sebagai pembeli potensial. Dengan kemampuan ekonomi yang tinggi, maka daya beli akan suatu produk akan tinggi pula. Adapun data jumlah penduduk kalangan menengah keatas dapat dilihat pada tabel 2 berikut :



Tabel 2. Data Jumlah Penduduk Tingkat Ekonomi Menengah-Atas di Kota Surakarta


Sumber: Data Pengolahan BPS

Tetapi tidak menutup kemungkinan konsumen dari kalangan menengah kebawah karena masyarakat sudah sangat perhatian terhadap makanan yang dikonsumsinya. Dan didukung harga kripik yang masih terjangkau oleh masyarakat. Jadi segmentasi pasar bisa masuk di semua kalangan.
b. Positioning
Dengan adanya positioning yang kuat maka akan meningkatkan nilai produk tersebut. Untuk produk kripik jamur tiram kita memposisikan bahwa kripik jamur tiram ini memiliki kadar nilai gizi yang lebih tinggi, dengan kandungan yang rendah kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit darah tinggi (hipertensi) dan aman bagi mereka yang rentan terhadap serangan jantung, serta baik juga untuk dikinsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Sehingga kami memberikan tagline pada produk kripik ini ”Lebih Aman dan Bergizi”. ”. Dengan tagline tersebut komunikasi yang dibangun bahwa kripik jamur tiram tidak kalah dengan kripik dari daging yang mempunyai cita rasa khas dan nilai gizinya, bahkan lebih baik dan lebih aman bagi mereka yang diet pada makanan yang tinggi lemak
c. Strategi Pemasaran
3.7 Dalam strategi pemasaran kita menerapkan marketing mix yang dikenalkan oleh Jerome McCarthy. Marketing mix yang dikenal dengan konsep product, price, place, dan promotion (4P) sering dijadikan rujukan dalam membahas pemasaran. Marketing mix dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penawaran berupa product dan price, serta akses yang berupa place dan promotion.
 Penawaran
1. Product
Produk yang ditawarkan merupakan produk kripik jamur tiram yang memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan dan sekaligus berkhasiat obat. Sebagai makanan vegetarian, jamur ini memberi manfaat kesehatan karena jamur tiram mengandung asam amino essensial, protein tinggi (19-35%), lemak tidak jenuh (unsaturated) yang aman bila dikonsumsi karena tidak menyebabkan timbulnya kolesterol darah, vitamin, mineral dan serat yang cukup tinggi (7,4-27,6%). Dan juga berkhasiat mencegah tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi
2. Price
Pricing menurut Raymond Corey adalah ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya. Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah dengan marjin keuntungan yang akan kita ambil. Melainkan sebuah nilai yang mencerminkan value proposition. Dalam menentukan harga kripik jamur tiram, kita mempertimbangkan hal-hal yang telah disebutkan oleh Raymond Corey. Harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen.
 Akses
1. Place
Apa yang telah kita tawarkan diatas tidak akan sampai ke konsumen jika produknya tidak berada pada tempat yang tepat. Saluran distribusi yang tepat merupakan salah satu kunci kesuksesan pemasaran produk. Kita memilih saluran distribusi berupa toko pusat oleh-oleh. Toko pusat oleh-oleh sudah memiliki image yang kuat sebagai tempat membeli aneka makanan ringan untuk oleh-oleh atau dikonsumsi sendiri.

2. Promotion
Pemasaran yang baik tidak hanya sekedar memasarkan produk yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk itu terjangkau oleh konsumen sasaran. Produsen juga harus berkomunikasi dengan konsumen mereka. Setiap produsen tidak bisa melepaskan diri sebagai komunikator dan promotor. Dengan komunikasi yang efektif maka pesan yang akan disampaikan kepada konsumen tentang sebuah produk akan mudah dimengerti dan dipahami oleh mereka. Komunikasi yang akan dibangun untuk meningkatkan citra produk kripik jamur tiram yaitu dengan mengangkat tema-tema kesehatan yang aman. Selama ini banyak yang mengkonsumsi aneka camilan dengan alasan untuk diet guna menghindari kegemukan namun masih menginginkan cita rasa yang sama seperti menkonsumsi aneka camilan yang berasal dari daging, maka jamur tiram alternatifnya. Hal ini disebabkan kripik jamur tiram mengandung lemak tidak jenuh (unsaturated) yang aman bila dikonsumsi karena tidak menyebabkan timbulnya kolesterol darah yang memicu kegemukan.
Proses komunikasi juga terus berjalan untuk memperkuat positioning yang telah dibangun dengan publisitas. Komunikasi yang selanjutnya dilakukan dengan memanfaatkan media iklan radio dan koran lokal.











8) Metode Pelaksanaan Program





















Gambar 1 Metode Pelaksanaan Program


Keterangan :
• Survei Pasar
Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap kondisi pasar kripik jamur tiram di wilayah Surakarta. Dengan observasi tersebut akan diperoleh berbagai data yang bermanfaat untuk dijadikan masukan dalam menyusun studi kelayakan usaha.
Survei dilakukan dengan melakukan pengamatan di lapangan dan wawancara dengan konsumen dan penjual. Dari hasil pengamatan tersebut akan diperoleh banyak masukan dari para konsumen dan penjual.
• Studi Kelayakan Usaha
Setelah dilakukan survei pasar maka diperoleh data-data pendukung untuk menyusun studi kelayakan usaha. Dari studi kelayakan usaha dapat diketahui apakah produksi kripik jamur tiram layak maupun tidak layak untuk didirikan.

• Mitra Usaha
Ketika usaha produksi kripik jamur tiram untuk didirikan maka selanjutnya mencari mitra usaha yang telah banyak berpengalaman dalam dunia agroindustri olahan pangan. Dengan bermitra dengan mereka maka akan diperoleh banyak masukan dan ilmu dalam mengembangkan usaha produksi kripik jamur tiram.
• Penetrasi Pasar
Ketika produksi kripik jamur tiram sudah diproduksi maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pemasaran terhadap produk tersebut. Penetrasi pasar dilakukan dengan cara melakukan publisitas, diikuti komunikasi pemasaran yang intensif untuk melakukan edukasi pasar.
• Pangsa Pasar
Setelah melakukan penetrasi pasar, langkah selanjutnya yaitu memiliki pangsa pasar yang lebih besar. Pangsa pasar dapat diperoleh dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat.

9) Analisis Biaya
Periode perhitungan = 1 bulan (20 hari kerja)
Dalam 1 hari dilakukan 1 kali proses produksi 5 kg jamur tiram putih basah.
Kapasitas produksi / bulan = 5 kg x 20 = 100 kg
1. Biaya produksi
a. Perhitungan biaya tetap (FC)
1) Biaya usaha
Table 4.9 biaya usaha
No Uraian Rp / bln
1 Gaji pimpinan (Rp. 500.000/bln, 3 orang) 1.500.000
2 Biaya promosi 50.000
3 Biaya administrasi 20.000
4 Biaya sewa tempat 200.000
Jumlah 1.770.000




2) Biaya penyusutan / depresiasi
Table 4.10 Biaya penyusutan
No Nama alat Nilai awal (p) Nilai sisa (NS) Umur/tahun Depresiasi
1 Timbangan 95.000 70.000 3 25.000
2 Baskom (5) 20.000 1.500 2 18.500
3 Pisau (2) 2.500 500 3 2.000
4 Wajan (2) 70.000 20.000 2 50.000
5 Nampan (10) 50.000 5.000 2 45.000
6 Tatakan 2.000 500 2 1.500
7 Kompor gas 250.000 125.000 5 125.000
8 Tabung gas 500.000 250.000 5 250.000
9 Cobek (layah) 50.000 10.000 3 40.000
Jumlah 1.039.500 557.000
Jumlah depriasi / tahun = Rp 1.039.500 = Rp 557.000 / bulan
3) Amortisasi
Table 4.11 Amortisasi
No Harta tidak terwujud Rp/bulan
1 Pajak reklame 50.000
2 Ijin usaha 150.000
Jumlah 200.000

4) Pajak usaha dan asuransi
= 5% x pembelian alat
= 5 % x Rp 1.039.500,00
= Rp 51.975,00 / bulan
5) Dana sosial = Rp. 20.000,00 / bulan

Total Biaya Tetap (FC) = Biaya usaha + Depresiasi + Amortisasi + Pajak usaha dan asuransi + Dana sosial
= Rp. 1.770.000,00 + Rp. 557.000,00 +
Rp. 200.000,00+ Rp. 51.975,00+ Rp. 20.000,00
= Rp. 2.598.975,00




b. Biaya tidak tetap (VC)
1) Bahan baku dan pembantu
No Uraian / hari Rp./ hari Rp. / bulan
1 Jamur tiram ( 5 kg)
Rp. 11.000 / kg 55.000,00 1.100.000,00
2 Tepung beras ( 1 kg)
Rp. 7.000 / kg 7.000,00 140.000,00
3 Tepung terigu (1 kg)
Rp. 7.000 / kg 7.000,00 140.000,00
4 Maizena (0.10 kg)
Rp. 45.000 / kg 4.500,00 90.000,00
5 Telur (0.25 kg)
Rp. 12.000/kg 3.000,00 3.000,00
6 Ketumbar secukupnya 1.000,00 20.000,00
7 Bawang putih (0.5 kg)
Rp. 4000/kg 2.000,00 40.000,00
8 Gula secukupnya 1.000,00 20.000,00
9 Garam secukupnya 500,00 4.000,00
10 Minyak goreng (3 kg)
Rp.12.500/kg 37.500,00 750.000,00
11 Toples / pengemas
Rp.55.000/pack 55.000,00 1.100.000,00,
Jumlah 164.500,00 3.407.000,00
2) Energi ( bahan bakar)
No Nama Rp. / bulan
1 Gas (LPG) 70.000,00
2 Air dan listrik 60.000,00
Jumlah 130.000,00

3) Biaya perawatan dan perbaikan
No Nama alat Biaya
1 Timbangan 25.000
2 Baskom (5) 1.000
3 Pisau (2) 500
4 Wajan (2) 5.000
5 Nampan (10) 500
7 Kompor gas 125.000
8 Cobek (layah) 1.000
9. Tabung gas 10.000
Jumlah 168.000



4) Biaya tenaga kerja
Tenaga kerja = 2 orang @ Rp. 500.000,00 / bulan
= Rp. 1.000.000,00
Total biaya tidak tetap (VC)
= Biaya bahan baku dan pembantu + biaya energy (bahan bakar) + Biaya perawatan dan perbaikan + Biaya tenaga kerja
= Rp. 3.407.000,00 + Rp. 130.000,00 + Rp. 168.000,00 + Rp. 1.000.000,00
= Rp. 4.705.000,00
Biaya produksi = VC+FC
= Rp. 4.705.000,00 + Rp. 2.598.975,00
= Rp. 7.303.975,00 / bulan
Kapasitas Produksi = 5 kg x 20 hari
= 100 kg / bulan
Harga pokok penjualan =
=
= Rp. 73.039,75/ kg kripik.
Harga jual = Rp. 9.000,00/ 100 gram = Rp. 90.000/kg kripik
Penjualan = harga jual x kapasitas produksi
= Rp. 90.000,00 x 100 kg
= Rp. 9.000.000,00 / bulan
Biaya tidak tetap (VC) / unit =
=

= Rp. 47.050,00

Perhitungan keuntungan
a. Laba kotor / bulan = hasil penjualan – biaya produksi
= Rp. 9.000.000,00 – Rp. 7.303.975,00
= Rp. 1.696.025,00
b. Laba bersih / bulan = laba kotor – pajak kepemilikan usaha
= Rp. 1.696.025,00 – Rp. 51.975,00
= Rp. 164.405,00
Break Even Point (BEP) / titik impas
 Tingkat produksi untuk mencapai BEP,
QBEP =
=
=
= 60.5
Artinya = Pada tingkat produksi sebanyak 60.5 unit, akan menghasilkan titik impas.
Dari harga jual Rp. 90.000 / kg kripik jamur tiram dengan kapasitas produksi sebanyak 100 kg / bulan akan diperoleh laba bersih sebesar Rp. 164.405,00. Pada tingkat produksi sebanyak 60.5 unit akan menghasilkan titik impas / BEP produksi.

Nilai BC Ratio (Benefit Cost Ratio)
BC Ratio =
=
= 1,23
Usaha produksi kripik jamur tiram ini layak berdiri karena mempunyai nilai B/C lebih besar dari 1, yaitu 1,23.

10) Jadwal Kegiatan Program
Pada program produksi kripik jamur tiram ini, dengan rencana alokasi jadwal sebagai berikut:
Jadwal Kegiatan Program
No Kegiatan Bulan Berjalan
3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Survei Pasar
2 Studi Kelayakan Usaha
3 Mitra Usaha
4 Penetrasi Pasar
5 Pangsa Pasar


11) Nama dan Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Eni Kurniasih
b. NIM : 08602011
c. Fakultas/Program Studi : Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Universitas Slamet Riyadi
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/minggu

2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Ardi Krisnanto
b. NIM : 08601008
c. Fakultas/Program Studi : Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Universitas Slamet Riyadi
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/minggu

3. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Triyono
b. NIM : 06600008
c. Fakultas/Program Studi : Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Universitas Slamet Riyadi
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/minggu

12) Nama dan Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Suprayitno.M.Si
b. Golongan Pangkat dan NIPY : III D / 01960210
c. Jabatan Fungsional : Lektor
d. Jabatan Struktural : Dekan
e. Fakultas/Program Studi : Ekonomi / Manajemen
f. Perguruan Tinggi : Universitas Slamet Riyadi
g. Waktu untuk Kegiatan PKM : 6 jam/minggu




















13) Lampiran

1. Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana
1.1. Daftar Riwayat Hidup Ketua Pelaksana
Nama : Eni Kurniasih
Email/Hp : NabilaEni@yahoo.com / 081329134953
Tempat, tanggal lahir : Klaten, 15 April 1985
Alamat
Rumah : Sidowayah Polanharjo Klaten
Kost : Jl. Mega 2A Jeebres Surakarta.
Pendidikan Formal
SD : MIN Nglungge Klaten
SLTP : SLTPN 2 Polanharjo Klaten
SMU : SMU N Polanharjo Klaten
Perguruan Tinggi : - D3 Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Sebelas Maret
- S1 Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Slamet Riyadi

Riwayat Organisasi : Sekretaris BKI FT UNS

Ketua Peneliti


Eni Kurniasih
NIM F.08602011




1.2. Daftar Riwayat Hidup Anggota Pelaksana
Nama : Ardi Krisnanto
Email/Hp : ardi_krisnanto@yahoo.com/085642198104
Tempat, tanggal lahir : Boyolali, 25 maret 1987
Alamat
- Rumah : Cermo Rt 01 Rw 05 Tambak, mojosongo, Boyolali , 57131
-Kost : Wisma Musafir
Pendidikan Formal
SD : SDN Tambak 2
SLTP : SLTP N 1 Mojosongo
SMU : SMK N 1 Mojosongo
Perguruan Tinggi : - D3 Teknologi hasil pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Sebelas Maret
- S1 Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Slamet Riyadi


Riwayat Organisasi :
- Staff Bidang Pelayanan Anggota per 2005/2006

Anggota Peneliti


Ardi Krisnanto
NIM. 08601008




1.3. Daftar Riwayat Hidup Anggota Pelaksana
Nama : Agung Adi Nugraha
Email/Hp : nugraha_22@yahoo.com / 08562512462
Tempat, tanggal lahir : Solo, 31 Agustus 1987
Alamat
Rumah : Jajar Rt 04 Rw 05 Lwy Surakarta , 57144
Kost : -
Pendidikan Formal
SD : SDN Jajar I Solo
SLTP : SLTPN 2 Solo
SMU : SMU N 4 Solo
Perguruan Tinggi : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret

Riwayat Organisasi : -

Anggota Peneliti


Agung Adi Nugraha
NIM. H 0606037

0 komentar: